Monday, January 12, 2009

TAKLIMAT PERJUANGAN

(dedikasi untuk kelahiran sulung blog Kota Marudu)

Para sahabat
Kota Marudu menunggu langkah sulung mu
Bulan purnama lepas airnya selalu menyurut
Membawa pesan yang tidak pasti
Selalu disalahertikan arahnya
Lidah kita terkedu
Sebal hati menebal
Tanah lahir mengalir lesu
Enggan mengalir ke muara harapan

Jika kita bermudik ke kuala beracun
Arusnya kita tentang jangan berpatah balik
Siapa sangka nanti tangan kita mengenggam dunia
Selagi kita masih berdiri
Roda masa berputar silih berganti
Pesan kita tetap bertukar keramat

Kita bawa jejak perajurit kita
Sekalipun meredah bara berapi
Menyusun arah jangan rasa terguggat
Jangan padamkan perjuangan ini.
Kita sulamkan hati kita bersama
Pertempuran demi pertempuran


Ke mana samboyanmu
Kerana kita akan melukiskan darah
Pada batu kekar di dada bangsa

SUKMA JASA
12.17pm
Kuala Lumpur

9 comments:

NONG said...

Puisi yang baik..

Bak kata pujangga "TIDAK CUKUP SEKADAR MENGINGINKAN,KITA PERLU MELAKSANAKAN...TIDAK CUKUP SEKADAR MENGETAHUI,KITA HARUS MENERAPKANNYA"

Little Mike said...

Setuju dengan nong...

Di mana ada kemahuan di situ ada jalan... :)

$en$ei said...

hi LM. kombinasi music dan puisi kamu saya suka. do u know how gud r u in this? mebe this wud give an idea of how gud r u... sy dari sekolah paling tidak suka puisi. sy ni more onto physical science. masa discuss science dn audience saya, saya selalu tanya dgn mereka, "kenapa nama2 saintis ni tidada nama melayu, dusun, bajau dll bangsa kita?" kmdian saya jwb sendiri, sebab bangsa kita masi dengan berkhayal secara puitis. But yours is easy to assimilate, n bjaya buat saya menghargai karya puisi. meaning... u r good in my eyes. teruskan saja dgn style anda. gud work. i know.

Little Mike said...

$en$ei..

terima kasih atas komen yg begitu baik buat puisi saya yg tidak seberapa ini.... Satu penghargaan yg tidak terhingga...

Sebenarnya saya tidak begitu baik dalam penulisan puisi... puisi ini saya lahirkan dengan hati yg ikhlas...

Saya akan jadikan komen anda sebagai pembakar semangat... sebagai pemangkin semangat saya menyampaikan beberapa mesej dalam puisi...

sekali lagi terima kasih atas kesudian melapangkan waktu menjenguk blog puisi saya... kedatangan anda sangat dialu-alukan..

sila datang lagi. kalau ada apa2 idea yang boleh membantu puisi saya, saya juga sangat menghargainya....

terima kasih $en$ei

KABASARAN said...

Aku sungguh menikmati puisi-puisi anda ..... maknanya dalam , mengalir dan mudah dipahami

Furen Laoshi said...

Dulu2 ada satu puisi yang sangat terkenal di Indonesia. Ringkas sahaja

Aku

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(oleh Chairil Anwar, Maret 1943)

Little Mike said...

kabasaran,
puisi umpama air mengalir... umpama sinar bercahaya... umpama bayu semilir, umpama alam direnung senja... selalu tidak bisa terbahasakan rasa... bila di dalam kata-kata, mengusik dan memaut pada hati...

puisi ini kerdil di antara pujian.. di dalam kesederhanaan puisiku, nikmatilah seluas ruang walau kunjungan mu singga ke laman yang tidak berbunga...

furen laoshi,

sajak2 chairil anwar selalu menjadi tatapan rasa... puisinya cukup kuat... terima kasih kerana berkongsi satu lagi puisi yg sangat baik dari penyair terkenal ini...

Anonymous said...

yeah! mantap juga ko ni mik berpuisi. respek! bah, teruskan perjuangan bagi nusa dan bangsa...

lintang said...

puisinya bagus dan dalam.

web counter code PELAWAT BUDIMAN